Pages

Rabu, 26 Februari 2014

Sistem Koloid pada Pancake


   

·          
      Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata pancake. Siapa yang tak kenal dengan makanan ini. Hampir di setiap negara  menjadikan roti sebagai salah satu alternatif makanan yang dihidangkan di atas meja makan, terutama saat sarapan pagi. Selain rasanya yang enak, pancake pun bisa dikombinasikan dengan apapun, baik manis mapun asin. Pancake merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari tepung terigu. Pancake termasuk makanan pokok karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di dalam kelompok makanan pagi, pancake merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer hingga saat ini. Pancake yang biasa kita makan merupakan salah satu koloid. Koloid adalah salah satu campuran yang terletak di antara larutan sejati dan suspensi. Hampir semua zat dapat berada dalam keadaan koloid, sehingga semua cabang ilmu berkaitan dengan kimia koloid.
      
    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pancake, anda bisa melakukan percobaan sekaligus bersenang-senang dengan cara memasakanya. Berikut adalah runtutan percobaan yang bisa anda ikuti:


 
       Tujuan Percobaan   

1.      Untuk mengetahui fase terdispersi dan medium pendispersi pada pancake
2.      Menentukan jenis koloid pada pancake
·      
·         Alat dan Bahan        
      Alat :
1.      Wajan Teflon (1 bh)
2.      Kompor
3.      Mangkuk kecil (2 bh)
4.      Mangkuk besar (1 bh)
5.      Sendok (2 bh)
6.      Spatula (1 bh)
Bahan :
1.      Tepung Terigu (100 gram)
2.      Gula pasir (30 gram)
3.      Susu cair full cream (200 ml)
4.      Margarin dicairkan (30 gram)
5.      Telur (1 butir)
6.      Baking powder ( 1sdm)
7.      Vanili ( 1 bh)


·         Landasan Teori
PENGERTIAN KOLOID
      Pada kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Produk-produk seperti itu adalah sistem koloid. Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih.
JENIS-JENIS KOLOID
      Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan fase pendispersinya. Jenis-jenis Koloid :

            a)      Aerosol
      Sistem koloid dari partikel padat ke cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat disebut aerosol padat; jika zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosol cair. Contoh aerosol padat: asap dan debu dalam udara. Contoh aerosol cair: kabut dan awan,
      b)      Sol
      Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Koloid jenis sol banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Contoh sol: air sungai, sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis dan cat.
      c)      Emulsi
      Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair disebut emulsi. Syarat-syarat emulsi ini adalah kedua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan emulsi dapat digolongkan kedalam 2 golongan yaitu emulsi minyak dalam air atau emulsi air dalam minyak. Contoh emulsi dalam air: santan, susu dan lateks. Contoh emulsi air dalam minyak: mayonaise, minyak bumi dan minyak ikan.
      d)     Buih
      Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. Seperti halnya dengan emulsi, untuk menstabilkan buih diperlukan zat pembuih, misalnya sabun, detergen dan protein Buih dapat dibuat dengan megalirkan suatu gas kedalam zat cair yang mengandung pembuih. Buih digunakan pada berbagai proses, misalnya pada pengolahan biji logam, pada alat pemadam kebakaran, kosmetok dan lain-lain.adakalanya buih tidak dikehendaki. Zat pemecah buih disebut agen anti buih.
      e)      Gel
      Koloid yang fase terdispersinya berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat padat. Contoh : agar-agar, lem kanji, selai,gelatin, gel sabun, dan gel silika. Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorpsi medium dispersinya, sehingga terjadi koloid yang agak padat.


·         Cara Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.    Mencampurkan tepung terigu dan gula pasir hingga tercampur rata di dalam mangkuk besar.
3.      Memasukkan telur.
4.      Memasukkan susu cair dan margarin mengaduk hingga tercampur rata.
5.      Menambahkan baking powder dan mengaduk kembali hingga rata.
6.      Menunggu sekitar 15-30 menit.
7.      Memanaskan Wajan Teflon.
8.      Menuangkan adonan ke dalam Teflon dengan api kecil.
9.      Setelah permukaan pancake terlihat berlubang, membalik adonan pancake sebentar.
10.  Menyajikan pancake dengan topping sesuai keinginan.
·         Hasil Pengamatan
-          Ketika menunggu baking powder terlihat ada gelembung-gelembung yang keluar dari adonan.
 
-          Ketika adonan dimasak, pancake terlihat berlubang kecil-kecil dan adonan yang dibuat menjadi mengembang.
 
·         Diskusi Hasil Percobaan
Pada saat menunggu baking powder terlihat ada gelembung-gelembung yang keluar dari adonan menunjukan adanya karbondioksida yang terbebas sebagian.
Pada saat adonan dimasak, pancake terlihat berlubang kecil-kecil dan adonan yang dibuat menjadi mengembang. Hal ini diakibatkan  proses pemanasan yang mengakibatkan baking powder menghasilkan gas karbondioksida namun terperangkap oleh adonan yang sudah mengeras sehingga adonan menjadi mengembang dan menjadi pancake.
·         Kesimpulan
-          Fase terdispersi dan medium pendispersi dari pancake adalah cair-padat.
-          Pancake adalah koloid yang berjenis emulsi padat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar