· 
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata pancake. Siapa yang tak kenal dengan makanan ini. Hampir di setiap negara menjadikan roti sebagai salah satu alternatif makanan yang dihidangkan di atas meja makan, terutama saat sarapan pagi. Selain rasanya yang enak, pancake pun bisa dikombinasikan dengan apapun, baik manis mapun asin. Pancake merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari tepung terigu. Pancake termasuk makanan pokok karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di dalam kelompok makanan pagi, pancake merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer hingga saat ini. Pancake yang biasa kita makan merupakan salah satu koloid. Koloid adalah salah satu campuran yang terletak di antara larutan sejati dan suspensi. Hampir semua zat dapat berada dalam keadaan koloid, sehingga semua cabang ilmu berkaitan dengan kimia koloid.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pancake, anda bisa melakukan percobaan sekaligus bersenang-senang dengan cara memasakanya. Berikut adalah runtutan percobaan yang bisa anda ikuti:
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata pancake. Siapa yang tak kenal dengan makanan ini. Hampir di setiap negara menjadikan roti sebagai salah satu alternatif makanan yang dihidangkan di atas meja makan, terutama saat sarapan pagi. Selain rasanya yang enak, pancake pun bisa dikombinasikan dengan apapun, baik manis mapun asin. Pancake merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari tepung terigu. Pancake termasuk makanan pokok karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di dalam kelompok makanan pagi, pancake merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer hingga saat ini. Pancake yang biasa kita makan merupakan salah satu koloid. Koloid adalah salah satu campuran yang terletak di antara larutan sejati dan suspensi. Hampir semua zat dapat berada dalam keadaan koloid, sehingga semua cabang ilmu berkaitan dengan kimia koloid.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pancake, anda bisa melakukan percobaan sekaligus bersenang-senang dengan cara memasakanya. Berikut adalah runtutan percobaan yang bisa anda ikuti:
Tujuan
Percobaan
1. Untuk
mengetahui fase terdispersi dan medium pendispersi pada pancake
2. Menentukan
jenis koloid pada pancake
·
·
Alat
dan Bahan
Alat :
1. Wajan
Teflon (1 bh)
2. Kompor
3. Mangkuk
kecil (2 bh)
4. Mangkuk
besar (1 bh)
5. Sendok
(2 bh)
6.
Spatula (1 bh)
Bahan :
1. Tepung
Terigu (100 gram)
2. Gula
pasir (30 gram)
3. Susu
cair full cream (200 ml)
4. Margarin
dicairkan (30 gram)
5. Telur
(1 butir)
6. Baking
powder ( 1sdm)
7. Vanili
( 1 bh)
·
Landasan
Teori
PENGERTIAN
KOLOID
Pada
kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan
campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/
homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu
bercampur secara merata dengan air panas. Produk-produk seperti itu adalah
sistem koloid. Koloid adalah suatu
campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana
partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah)
tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran
partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa
diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari
sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna
(padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid
yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Keadaan koloid atau sistem
koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu
campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran
partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4cm. Besaran
partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut.
Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar.
Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang
masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih.
JENIS-JENIS
KOLOID
Penggolongan sistem koloid didasarkan pada
jenis fase terdispersi dan fase pendispersinya. Jenis-jenis Koloid :
a) Aerosol
Sistem koloid dari partikel padat ke cair
yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Jika zat yang terdispersi berupa
zat padat disebut aerosol padat; jika zat yang terdispersi berupa zat cair
disebut aerosol cair. Contoh aerosol padat: asap dan debu dalam udara. Contoh
aerosol cair: kabut dan awan,
b) Sol
Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi
dalam zat cair disebut sol. Koloid jenis sol banyak kita temukan dalam
kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Contoh sol: air sungai, sol sabun,
sol detergen, sol kanji, tinta tulis dan cat.
c) Emulsi
Sistem koloid dari zat cair yang
terdispersi dalam zat cair disebut emulsi. Syarat-syarat emulsi ini adalah
kedua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan emulsi dapat digolongkan
kedalam 2 golongan yaitu emulsi minyak dalam air atau emulsi air dalam minyak. Contoh
emulsi dalam air: santan, susu dan lateks. Contoh emulsi air dalam minyak:
mayonaise, minyak bumi dan minyak ikan.
d) Buih
Sistem koloid dari gas yang terdispersi
dalam zat cair disebut buih. Seperti halnya dengan emulsi, untuk menstabilkan
buih diperlukan zat pembuih, misalnya sabun, detergen dan protein Buih dapat
dibuat dengan megalirkan suatu gas kedalam zat cair yang mengandung pembuih. Buih
digunakan pada berbagai proses, misalnya pada pengolahan biji logam, pada alat
pemadam kebakaran, kosmetok dan lain-lain.adakalanya buih tidak dikehendaki.
Zat pemecah buih disebut agen anti buih.
e) Gel
Koloid yang fase terdispersinya berupa zat
cair dan medium pendispersi berupa zat padat. Contoh : agar-agar, lem kanji,
selai,gelatin, gel sabun, dan gel silika. Gel dapat terbentuk dari suatu sol
yang zat terdispersinya mengadsorpsi medium dispersinya, sehingga terjadi
koloid yang agak padat.
·
Cara
Kerja
1. Menyiapkan
alat dan bahan.
2. Mencampurkan
tepung terigu dan gula pasir hingga tercampur rata di dalam mangkuk besar.
3. Memasukkan
telur.
4. Memasukkan
susu cair dan margarin mengaduk hingga tercampur rata.
5. Menambahkan
baking powder dan mengaduk kembali hingga rata.
6. Menunggu
sekitar 15-30 menit.
7. Memanaskan
Wajan Teflon.
8. Menuangkan
adonan ke dalam Teflon dengan api kecil.
9. Setelah
permukaan pancake terlihat berlubang, membalik adonan pancake sebentar.
10. Menyajikan
pancake dengan topping sesuai keinginan.
·
Hasil
Pengamatan
-
Ketika menunggu baking powder terlihat
ada gelembung-gelembung yang keluar dari adonan.

-
Ketika adonan dimasak, pancake terlihat
berlubang kecil-kecil dan adonan yang dibuat menjadi mengembang.

·
Diskusi
Hasil Percobaan
Pada saat menunggu
baking powder terlihat ada gelembung-gelembung yang keluar dari adonan
menunjukan adanya karbondioksida yang terbebas sebagian.
Pada saat adonan dimasak, pancake terlihat berlubang kecil-kecil dan adonan yang dibuat menjadi mengembang. Hal ini diakibatkan proses pemanasan yang mengakibatkan baking powder menghasilkan gas karbondioksida namun terperangkap oleh adonan yang sudah mengeras sehingga adonan menjadi mengembang dan menjadi pancake.
Pada saat adonan dimasak, pancake terlihat berlubang kecil-kecil dan adonan yang dibuat menjadi mengembang. Hal ini diakibatkan proses pemanasan yang mengakibatkan baking powder menghasilkan gas karbondioksida namun terperangkap oleh adonan yang sudah mengeras sehingga adonan menjadi mengembang dan menjadi pancake.
·
Kesimpulan
-
Fase terdispersi dan medium pendispersi
dari pancake adalah cair-padat.
-
Pancake adalah koloid yang berjenis
emulsi padat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar